Wonderful Natuna - Natuna sebuah nama yang disematkan untuk sebuah kabupaten yang berada di Provinsi Kepulauan Riau. Banyak versi yang kami dapatkan terkait asal muasal dari mana nama Natuna berasal. Tapi setidaknya, ada empat versi yang bisa kami ungkap di sini.

Bahasa Belanda "Natunae"

Versi pertama, Natuna di ambil dari bahasa Belanda yaitu “Natunae” yang artinya “alami“. Pulau Natuna bermakna pulau yang alami, di lihat keindahan panorama alamnya seperti gugusan pulau-pulau besar dan kecil di mana keindahannya begitu kental dibentuk oleh alam.

Bahasan Mandarin "Nan Tao"

Versi kedua, arti nama Natuna berasal dari bahasa mandarin Nan Toa, “Nan” artinya pulau dan “Toa” berarti Besar.

Kata Nan Toa di ketahui berasal dari buku seorang pendeta dari China yang bernama I Tsing 671 M pada saat singgah di Kerajaan Sriwijaya ia memberitakan tentang perjalanannya ke Sriwijaya. Dalam bukunya yang berjudul “Ta,t ang yu ku fa kao seng chouan dan nan hai ki ko usi ne chouan”.

Diantaranya mengisahkan perjalana laut I Tsing di Laut Cina Selatan telah singgah di gugusan pulau-pulau, ada yang besar dan ada yang kecil. Pulau Besar dalam bahasanya disebut Nan Toa.

Oleh karena perkembangan zaman kata Nan Toa pun berubah menjadi Natuna, karena dari akibat pelafalan bahasa dialeg Melayu yang semakin hari semakin berkembang di masyarakat.

Dan untuk info lengkap tentang sejarahnya baca selengkapnya: Sejarah Asal Muasal Natuna Kaitannya dengan Engku Fatimah dan Demang Megat, dan baca artikel lainnya : Sejarah Kabupaten Natuna, Arti Lambang Kabupaten Natuna, Keadaan Geografis Natuna, Gunung Ranai, Photo Keindahan Objek Wisata Pulau Senua.

Bahasan Jepang "Na" dan "Tuna"

Versi ketiga, kata Natuna berasal dari kata”Na” dan “Tuna”. Kata Na berasal dari bahasa Jepang yang merupakan kata penghubung dan Tuna ialah ikan Tuna.

Perlu di ketahui pada zaman dahulu ketika itu Natuna merupakan salah satu pelabuhan transit bagi para pedagang baik dari China dan Jepang, pada saat itu Natuna bak Singapura pada zaman sekarang.

Banyak Ikan Tuna di Natuna

Versi keempat, selain itu, penamaan Natuna berkaitan dengan ikan Tuna, dikarenakan dengan banyaknya ikan Tuna di perairan pulau ini, baik untuk ukuran raksasa maupun babyfish/anak ikan tuna. Selain itu kebiasaan masyarakat Natuna yang hidangan makanan dirumah mereka yang tak lepas dari menu olahan ikan Tuna, baik di goreng, di gulai, paoh/rebus dengan asam kandis maupun kunyit, ikan salai, ikan bakar dan masih banyak lagi. Itu adalah salah satu faktor sebab kenapa nama Natuna dimaknai berkaitan dengan ikan Tuna.

Itulah versi-veris yang bisa kami ungkap kesempatan ini. Jika Sobat punya versi sendiri, baik yang berasal dari tutur mulut para tetua kampung, atau dari sumber lain, kami silakan mengirimkan tulisannya lewat emat. Dengan senang hati kami akan memuatnya.

Atau bisa beri komentar pada kolom komentar di bawah ini.

Salam jumpa lagi.

Kantor BPSDM Kemendagri

Wonderful Natuna - Untuk menghubungi kami, Sobat bisa kirim surat, email, atau datang langsung ke alamat berikut:

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

Alamat:
Jl. Taman Makam Pahlawan Nomor 8 Kalibata Jakarta Selatan
Telp/Fax. (021)-7943424

Email: 
wi.kemendagri@gmail.com dan jr.janurahab@gmail.com (kirim artikel/opini)
bidangstrukturalkemendagri@gmail.com (pertanyaan/saran)

Website: 

Wonderful Natuna - Mendengar nama Natuna, mungkin sebagian orang ketika mendengar namnya sedikit bingung, atau mengerutkan dahi. Mungkin juga kaget dan membatin, “Dimana tuh?”. Bahkan bagi yang pernah dengar, sebagian orang mungkin akan mengira Natuna itu adalah daerah terbelakang. Yah, memang letaknya diujung sendiri dan berada di tengah-tengah laut di Indonesia ini.

Tapi, di balik ketidakpopulerannya itu, ada banyak hal yang harus kamu harus tahu. Kami anak-anak yang lahir atau yang pernah dibesarkan serta hidup lama di Natuna, mempunyai kesan tersendiri tentang kabupaten ini. Yap, berikut ini adalah beberapa pengalaman dan sedikit fakta tentang Natuna, sebuah kepulauan yang mempunyai julukan Mutiara di Ujung Utara ini!

1. Natuna itu (katanya) di NTT dan juga di Riau

Natuna itu NTT? mentang-mentang namanya Natuna jadi respon singkatnya langsung builang NTT.
Jauh beud keleuus…

Mbak-mbak: “Asalnya mana mas?”

Kamu: “Dari Natuna mbak.”

Mbak-mbak: (dahi mengkerut) “Ooh ya, wah jauh ya mas, di NTT ya?”

Kamu: “Bukan Mbak, Natuna itu di Provinsi Kepualuan Riau.”

Mbak-mbak: “Oooh Riau! Ya..ya..ya..”

Kamu: “Bukan Riau Mbak, tapi Kepulauan Riau. Beda dengan Riau.”

Mbak-mbak: “Oh ya ya, Pekanbaru itu kan?”

Kamu: (Tembak mbaknya pake bazoka + lempar granat)

Memang sih, dulu Natuna itu daerah di bawah Provinsi Riau, tapi pada tahun 2002 kami memisahkan diri dengan membentuk Provinsi Baru yaitu Provinsi Kepulauan Riau.

2. Kalau ada orang yang udah tahu dimana letak Natuna itu, mereka pasti punya komentar yang aneh bin ajaib!

Respon pertama: “Kamu dari Natuna ‘kan? Masih Indonesia atau Malaysia sih?”

Memang letaknya yang agak “keluar jalur” Indonesia. Letaknya yang sedikit menjorok ke utara, membuat orang-orang berfikir bahwa Natuna tidak lagi termasuk eilayah Indonesia. Secara geografis letak Natuna sudah di luar jalur perbatasan, sudah “seharusnya” milik negara tetangga itu.

Juga, ditambah lagi ketika mereka mendengar saya dan teman-teman yang dari Natuna sedang berbicara, bahasa dan cengkok melayu, dialek Natuna, yang semakin meyakinkan mereka bahwa Natuna itu bukan termasuk NKRI. Ya tapi dengan bangga kami menjawab,

“Tenang, Garuda masih di dadaku kok!” (Tepuk dada sampe batuk)

Respon kedua: “Wah, itu Natuna? Di sana ada mall dan mobil gak? Sinyal HP gimana?

Alamak.... nggak segitunya juga keleus

Kamu: “Ini lho pulauku” (sambil nunjuk letak Pulau Natuna)

Teman: “Hhaaaah, yang bener itu Natuna? jauh banget! Ada mall gak? indom*ret, alf*mart? Kalo mau belanja kemana? Hutan semua ya? kalian tinggal di gua? Listriknya gimana? sinyal HP ada gak? Internetnya gimana?

Kamu: (diam sejenak, tarik nafas panjang….. Lempar batu bacan!)

yah, begitulah pertanyaan yang bertubi-tubi ketika saya memberi tahu letak pulau Natuna. Memang mall gak ada, indom*ret dan sejenisnya juga belum ada. Kalau mau belanja juga diwarung-warung kelontong dan minimarket aja. Sinyal HP dan internet ya ada lah! Tapi memang agak lelet sih, perlu kesabaran extra untuk menggunakannya.

Listrik? Ada banget!! Emang sering mati juga sih listriknya.  Tapi kita juga gak tinggal di hutan juga keleus. Ngebayangin letaknya yang di ujung utara itu membuat orang-orang mengira anak Natuna hidup primitif, masha Allah!! Sebagai nformasi aja sih, di pulau Natuna sudah ada Kantor PLN, Telkom, kantor pos sejak jauh sebelum Natuna jadi kabupaten, ya kira-kira kurang lebih 30 tahun yang lalu.

Bahkan sudah ada stasiun RRI yang katanya adalah stasiun Radio Nasional pertama yang ada di kecamatan di seluruh Indonesia, trus kantor Transmigarsi juga sudah ada di sana saat masih berstatus sebagai kecamatan.

3. Saat orang-orang tahu kamu berasal dari Natuna, mereka bakal mengira kamu adalah anak juragan minyak, alias anak horang kayah!

Bapak-bapak: “Asalnya mana mas?”

Kamu: “Saya dari Natuna, pak”

Bapak-bapak: “Ohh Natuna. Anak orang kaya ni?“

Kaya, itu adalah respon sebagian orang yang mengetahui sedikit tentang Natuna. Mungkin karena Natuna terkenal dengan sumber daya alamnya, terutama gas yang sangat melimpah, bahkan terbesar se-Asia. Dan banyaknya perusahaan-perusahaan minyak yang beroperasi di laut Natuna yang memberi gaji yang besar kepada pegawainya.

Padahal, ya belum tentu juga orang tuamu kerja di perusahaan minyak itu. Kalaupun iya, harta yang kamu punya ‘kan milik orang tua! Lagian, cuma sedikit kok, orang asli Natuna yang bekerja di perusahaan minyak di sana. Bisa dihitung jari mungkin.. iya mungkin!

Kalau dikira orang kaya, ya diamini aja. Aamiinnnn. Anak Natuna, aamiinin dulu dooong. (Aamiin….)

4. Meskipun Natuna dikenal sebagai penghasil energi (minyak dan gas), tapi itu semua nggak tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Ya gitu deh, mati listrik jadi suatu hal yang biasa bagi anak Natuna. Jangankan di pulau-pulau sekitar, di ibukota kabupaten saja listrik masih sering datang dan pergi sesuka hati. Apalagi daerah-daerah yang terpencil.

Ada yang jadwal hidup dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Ada juga daerah yang bisa berjam-jam mati listrik, ada juga yang bisa sampai seharian tanpa listrik. Dan saat kamu merantau lalu berhadapan dengan kondisi mati listrik tiba-tiba, kamu si anak rantau Natunalah yang paling santai di kegelapan.

“lah jeseu, yau” (sudah biasaaa…)

5. Kamu patut bersyukur karena rumahmu aman dari gempa dan gunung berapi. Tapi daerahmu sering jadi rebutan oleh negara asing!

Kita sebaiknya bersyukur, meski memang letak pulau berada di paling ujung antah berantah. Tapi Insha Allah, pulau Natuna itu aman dari gempa. Karena posisi pulau ini yang tidak dilewati lempeng-lempeng bumi.

Pulau ini juga tidak berada dalam lingkar api (ring of fire), sehingga pulau ini menjadi aman dari gempa juga bebas dari gunung berapi, sehingga paling tidak kamu nggak perlu khawatir dengan letusan-letusan atau abu terbang.

Tapi ancaman yang sering sih datang dari negara luar. Iya, negara luar yang sering mengklaim bahwa Natuna itu punya mereka. Hmmm…. kasih ga ya? :p

6. Karena kampung halamanmu yang terletak di ujung nusantara, bagimu momen mudik adalah salah satu fase perjuangan besar dalam hidupmu.

Pertama: Harga tiket yang melangit.

Harga tiket yang mahal membuatmu sering-sering berpikir untuk pulang. Harga tiket dari Batam ke Ranai, bisa mencapai 1,4 juta. Nah bagi mereka yang merantau ke Jawa, harus menempuh paling cepat 2 hari perjalanan, sebab kamu harus menginap dulu di Batam atau Pontianak untuk menunggu jadwal pesawat besok paginya.

Sehingga tak jarang bagi mereka yang memilih pulang paling tidak 1 tahun sekali ketika liburan puasa dan Lebaran Idul Fitri. Bahkan ada juga yang baru pulang 2 tahun sekali, dan bahkan bisa lebih kayak Bang Toyib.

Kedua: rute lain yang agak murah meriah adalah dengan naik Kapal Pelni, yang makan tenaga dan waktu banyak!

Ya, rute ini biasa digunakan oleh rekan-rekan yang ada di Jawa. Murah memang, namun lumayan menyita waktu dan juga tenaga. Kalau kamu di Bandung atau Jakarta bisa ke Tanjung Priok, naik kapal tujuan Natuna dengan waktu 3 hari 2 malam.

Kalau kamu di Jogja dan Malang, rute nya ke Tanjung Perak Surabaya, naik kapal tujuan Natuna dengan waktu yang kurang lebih sama. Harga tiket juga terjangkau, nggak sampe 500rb.

Ketiga: titipan orang rumah, teman, tetangga juga bakal mengisi koper-kopermu.

Yap, pesanan! Ini adalah fenomena yang seringkali dialami anak Natuna ketika akan mudik, lebih banyak titipan daripada barang sendiri. Barang titipan juga bermacam-macam, mulai dari kue lebaran, pernak pernih, makanan ringan, alat olahraga, sampai bantal juga.

Alhasil, rencana mudik hanya bawa 1 ransel dan1 koper, bertambah menjadi 2 kardus dan bla-bla-bla. Makanya, sebagian dari mereka terkadang merahasiakan kemudikan mereka, yang tahu hanya 4 elemen saja: kamu, orang tua, tuhan, dan agen tiket.
Hahahaha.

Keempat dan yang terakhir: Kamu harus menempuh jarak beberapa jam untuk sampai ke rumah.

Bagi kamu yang berada di Kecamatan Bunguran Barat, Pulau Laut, Pulau Tiga, Midai, Serasan, dan Serasan Timur. Saat sampai di Ranai, baik menggunakan pesawat maupun kapal laut, kamu masih  harus mempertimbangkan jadwal kapal laut kesana. Jarak terjauh yang harus ditempuh berkisar 15 jam, itu juga kalo cuaca bagus kalo pas dimusim utara, yaitu musim dimana angin ribut, hujan dan gelombang besar tiba. Yaaa, wassalam aja…

Dan bagi kamu yang tinggal di Kecamatan yang masih berada di Pulau Bunguran, kamu bisa menggunakan transportasi darat dengan waktu berjam-jam juga, tergantung letak dan kondisi jalan. hmmmmm.

7. Namanya juga daerah terluar di Indonesia, yang namanya hiburan itu pasti udah langka banget!

Jangan harap bisa menemukan mall di Natuna, karena memang tidak ada. Mall terdekat ada di Batam dan Pontianak,  … Kendala letak berada di ujung ya ini, mall tidak ada, biskop gak nemu. Mau kopi strabucks atau J.Co? Mimpi dulu…

Tempat hiburannya paling cuma tempat karokean aja, itu juga baru taun 2012an mulai rame. Namun, bagi warga lokal, cukup stay aja di Natuna. Mereka punya cara tersendiri untuk menyenangkan diri, tak harus ke mall, nongkrong di J.Co dll.

8. Tapi bukan berarti anak Natuna Kurang Hiburan. Keindahan alam di Natuna adalah hiburan alami yang tak terkalahkan bahkan oleh mall!

Kekayaan alam yang dimiliki oleh Natuna tak disia-siakan oleh warga setempat, sebagai pengganti hiburan di mall-mall besar seperti di kota-kota besar.

Wisata alam
Pantai-pantai yang indah di Kepulauan Natuna

Kekayaan alam yang dimiliki oleh Natuna memang pantas untuk diberdayakan dengan maksimal. Sayangi alam, dan mereka pun akan memberi “kembalian” yang lebih padamu.

Pantai-pantai

Karena Natuna berupa pulau-pulau, sudah barang tentu mempunyai deretan pantai-pantai yang indah, sayang banget kalau dilewatkan begitu saja. Pergi saja di Pantai Teluk Selahang di Pulau Bunguran, Pantai Sisi di Serasan, Pantai Tanjung Harapan di Midai, Pantai Pasir Marus di Sedanau, dan masih banyak lagi!

Gunung-gunung

Daki saja gunungnya, gak terlalu tinggi kok, sekitar 999 mdpl!

Batu-batu

Ini salah satu daya tarik Natuna yang lain, batu-batu. Yap, baik pantai dan gunung di Natuna banyak terdapat batu-batu granit besar dan indah. Batu Sindu, Batu Rusia, dan Batu Alif di Bunguran Timur.

Batu Sindu

Batu Kasah dan Batu Gajah di Bunguran Selatan, dan masih banyak lagi!

Pulau-pulau

Banyak destinasi pulau-pulau kecil yang bisa dikunjungi di Natuna, dan semuanya, amazing!

Agar jalan-jalanmu makin berkah, mampir aja ke Masjid Agung Natuna!

Untuk mengenang sejarah, Natuna juga punya museum!

9. Bicara soal perut dan kunya-mengunyah, Natuna punya kuliner khas yang bikin lidahmu ketagihan!

Karena Natuna merupakan daerah Kepulauan, so makanan khas yang paling utama adalah makanan yang berasal dari laut. Ikan, kerang, gurita, cumi dengan aneka bentuk masakan adalah hal yang sangat disayangkan bila anda melewatinya. Ada makanan khasnya juga lho….

Ada tabel mando/ PizzaNa (Pizza Natuna)
Tabel Mando adalah makanan khas dari Natuna. Terbuat dari sagu, ikan, dan campuran rempah-rempah pilihan lainnya. Kami menyebutnya pizza Natuna, karena disajikan dalam bentuk bulat besar seperti pizza. Sangat mantap disantap selagi hangat, dicecah (dicocol) dengan saus dengan pasangannya air kahwe (kopi).

Ada kernas, cuco Ubi, aneka gorengan
Dipadu dengan air kelapa sambil bersantai di bebatuan dan pantai. Wuih, ajiibb coy, kamu harus nyobain!

10. Setiap daerah di Indonesia itu punya ciri khas masing-masing. tak terkecuali Natuna!

Kekah, hewan asli Natuna

Kekah adalah hewan primata langka yang hanya ada di daerah Kabupaten Natuna, yakni pulau Bunguran Besar. Nama latin primata ini adalah Presbytis Natunae. Kekah tersebar dalam beberapa tipe habitat dan ketinggian (gunung tertinggi adalah Gunung Ranai 1.035 m dpl). Habitat yang dihuni Kekah Natuna antara lain, hutan primer pegunungan, hutan sekunder, kebun karet tua, daerah riparian, dan juga ditemui beririsan dengan hutan mangrove dan kebun campuran.

Serindit melayu

Kabupaten Natuna, khususnya Kota Ranai dijuluki sebagai Kota Serindit, dan ternyata itu merupakan nama Burung. Yap, Burung Serindit, atau Burung Punai atau dalam nama ilmiahnya Loriculus galgulus adalah sejenis burung yang terdapat di dalam genus burung serindit Loriculus. Burung ini berukuran kecil, dengan panjang mencapai 12cm. Bulunya didominasi oleh warna hijau dengan bulu ekor berwarna merah.

Burung jantan dan betina serupa. Burung serindit jantan memiliki bercak kepala berwarna biru dan bercak tenggorokan berwarna merah. Burung betina berwarna lebih kusam dibanding jantan.

11. Para penduduk di Natuna juga bermacam-macam dan punya khasnya sendiri!

Soal logat dan cengkok mereka

“Deak, mbese itak kohndok?”

“Lah lom? ”

‘”Deak au ni, nak goop ngan pak ngan nggo.”

“sah nak gaya lah, lik nu ku…”

Jangankan di luar daerah-daerah Melayu seperti Jawa, dan Kalimantan, sesama daerah Melayu saja seperti daerah Riau, Melayu Kalimantan Barat, bahkan sesama Provinsi Kepulauan Riau sendiri banyak yang tidak mengerti bahasa asli melayu Natuna ini. Bahasa Melayu yang aneh memang, lain dari pada yang lain. Keanehan itu mengartikan, bahwa Natuna pernah mempunyai peradaban yang besar pada masa dahulu.

Sebenarnya sih ada berbagai macam logat dan cengkok di Natuna. Di Bunguran Timur contohnya, huruf vokal dari bahasanya kebanyakan huruf “E” plus bahasa dan kata yang pengucapannya disingkat-singkat. Contohnya kata “Sungai Ulu” mereka bilang “Ngulu”, kata Setengar mereka bilang “Tenga”, kata “Pedek Pasek” mereka sebut “Dek esek”. Ya gitu deh, hahaha…

Lain lagi di Bunguran Barat, huruf vokal dalam bahasanya kebanyakan O, jadi kalau BunguranTimur bilang tidak itu “ndek”, bunguran Barat menyebutnya “ndok”. Belum lagi Midai, Pulau Laut, Serasan, semua punya keunikan masing-masing.

Dan uniknya, ketika merantau si anak Natuna ini bisa cepat beradaptasi dengan logat tempat ia merantau. Nggak heran, banyak orang yang nggak bakal percaya kalau kamu berasal dari Natuna. Dan logat itu tentu masih bakal nongol ketika kamu bertemu dengan sesama orang Natuna di tanah rantau. Heheee….

Penduduk di Natuna sangat beragam, karena ada banyak pendatang yang memilih untuk menjadikan Natuna kampung halaman mereka.

Penduduk Natuna bisa datang darimana saja. Bahkan, sepanjang tahun 1970-1980 banyak orang luar yang hijrah ke pulau ini lewat program transmigrasi. Mereka berkeluarga dan akhirnya menjadikan Natuna ini sebagai kampung halaman mereka. Bugis, Batak, Jawa, Lampung, kalau sudah lahir dan besar di pulau ini, mereka tetap menganggap diri mereka sebagai anak Natuna.

Yang uniknya ketika mereka memadukan bahasa ibu mereka dengan bahasa melayu Natuna,

“Awan ndek nak, mbehal awak makse awan”
Nah, coba baca dengan logat Jawa.

Siapapun kamu dan darimanapun asal daerahmu, ketika orang bertanya asalmu darimana, kamu akan dengan mantap menjawab:

“Natuna!”

12. Walau kamu pernah merantau meninggalkan Natuna. kamu selalu berjanji untuk pulang ke Natuna. Kamu ingin berguna dan berkontribusi bagi tanah kelahiranmu ini!

Banyak sekali penduduk Natuna, terutama mahasiswa, yang merantau dan menuntut ilmu di Jawa, Kalimantan, dan Sumatra. Setelah lulus, mereka rela pulang ke kampung halaman untuk membangun daerahnya. Dengan berbekal ilmu yang sudah didapat di tempat rantau, mereka pasti punya niat mengembangkan kota asal menjadi kota yang lebih besar.

Yang menuntut ilmu Keguruan akan mengembangkan pendidikan di daerah nya. Bidang pembangunan, jelas ingin mengembangun daerahnya menjadi lebih baik. Bidang Pemerintahan ingin membangun daerah di sektor pemerintahan, menjadi pelayan bagi warga sipil. Dan banyak lagi!

Sebagai anak Natuna, kamu tidak akan peduli dengan hiburan yang seadanya, jalan-jalan yang belum mulus, akses internet yang lamban dan listrik yang minim. Bagimu, yang terpenting adalah membangun tempatmu dilahirkan dan dibesarkan menjadi lebih baik!

Ketika orang bertanya apakah kamu bangga jadi anak Natuna yang tinggal di ujung sana? Tersenyum dan jawablah dengan lantang:

“JELAS LAH, AKU BANGGA JADI ANAK NATUNA!”

Sumber : http://toknyong.blogspot.com/

Wonderful Natuna - Salah satu blok migas yakni Blok Natuna D-Alpha saja, berdasarkan kajian pemerintah, menyimpan sekitar 500 juta barel minyak dan gas, dengan total potensi gasnya ditaksir 222 triliun kaki kubik, dan ini merupakan cadangan terbesar di dunia yang tidak akan habis dieksplorasi selama 30 tahun ke depan. Oleh karenanya, sulit diterima akal sehat jika BBM langka di Natuna, karena dengan kandungan minyak dan gas yang berlimpah itu mestinya tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan warga Natuna yang tidak lebih dari 100 ribu jiwa, tetapi juga bisa mencukupi lebih separo masyarakat Indonesia.

Sementara itu, nilai ekonomi dari minyak dan gas di Natuna mencapai triliunan rupiah itu bisa dilihat dari kandungan yang terdata. Potensi gas yang recoverable atau yang bisa diperkirakan di Natuna sebesar 46 tcf (triliun cubic feet) setara dengan 8,383 miliar barel minyak, jika diasumsikan harga rata-rata minyak 75 dollar AS per barel selama periode eksploitasi, maka nilai potensi ekonomi gas Natuna 628,725 miliar dollar AS, setara dengan 6.287,25 triliun rupiah dengan kurs 10.000 rupiah per dollar AS dan itu lebih tinggi dibanding APBN 2010 yang hanya 1.047,7 triliun rupiah.

Tapi anehnya Penerimaan negara dari Migas di Natuna ini sangat misterius karena kita tidak tahu apa-apa,” Menurut Ketua Komisi VII DPR Agusman Effendi dalam pertemuan dengan staf Badan Pelaksana Kontrak Migas (BP Migas) dan konsorsium pengelolaan Migas Natuna, di Batam, Rabu (14/12).

Sejumlah anggota komisi mempertanyakan nilai nominal yang diberikan perusahaan konsorsium itu kepada negara dan berapa jumlah uang yang dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi penyedotan Migas di Natuna.

Pertanyaan para anggota komisi tidak dapat dijawab Amir Hamzah (Kepala Humas BP Migas) maupun ketiga staf Humas yang mewakili korporasi asing bidang minyak yakni Conoco Phillips, Premier Oil dan Star Energy.

Kita ini dibodohi terus, negara selama ini hanya terima pajak dari mereka, tapi bagaimana dengan pembagian dari hasil Migas yang diambil dari bumi kita,sebenernya yang salah kita tak pernah tegas dalam hal perhitungan bagi hasil antara kita pemerintah dan pihak asing sehingga kita selalu di korbankan dalam hal ini, dan sehingga kita lamban dalam hal pembangunan daerah kita.

Pemerintah harus mulai memikirkan untuk membangun instalasi pengolahan minyak dan gas dari bahan mentah ke bahan jadi dan siap pakai di Natuna. Tidak seperti yang terjadi selama ini, yaitu minyak dan gas dari Natuna di kirim ke Singapura dengan harga rendah lalu diolah menjadi produk BBM siap pakai kemudian Singapura mengekspornya kembali ke Indonesia dengan harga tinggi.
Kita sangat menyesalkan pemerintah yang memberlakukan sistem “metring” (pengukuran volume gas yang disalurkan lewat pipa bawah laut ke Singapura) yang dilakukan di Pulau Sakra yang berada di wilayah Singapura.

Cara pengukuran semancam ini, menyebabkan kedaultan negara seolah berada di pihak pengimpor Migas, bukan di pihak kita.

Oleh karena itu, pemerintah harus punya sikap yang tegas terhadap pengelola migas di dalam negeri agar produksinya bisa dijual di dalam negeri. Misalnya saja untuk produksi migas di Natuna, Provinsi Kepri, yang sebagian besar produksinya untuk ekspor ke Singapura dan Malaysia , padahal pengusaha di Natuna dan sekitarnya seperti di Batam sangat membutuhkan pasokan gas, misalnya PLN Batam yang sebagian besar mesin pembangkitnya dari gas sehingga perusahaan itu membutuhkan gas dalam jumlah besar.

Pulau Sekatung adalah pulau mungil yang berbatasan langsung dengan Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Luas daratan pulau ini hanya sekitar 1,65 kilometer persegi. ”Dari Pulau Sekatung, kita lebih dekat ke Ho Chi Minh City (Vietnam) daripada ke Jakarta yang berjarak 1.000 kilometer lebih. Penghuninya terdiri dari 5 KK, ditambah pengamanan dari 2 personil divisi navigasi, 1 Kompi Satgas Marinir. Pulau ini juga bagian dari 12 pulau – pulau kecil yang secara administratif masuk ke wilayah Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, berdasarkan Keppres R.I. Nomor 78 tahun 2005. Pulau Sekatung termasuk dalam 12 pulau terluar yang memerlukan penanganan khusus.
Mengingat letak geografisnya, tidak pelak Pulau Sekatung bernilai strategis.

Pulau ini, bersama pulau terluar lain, menjadi titik dasar dari garis pangkal kepulauan yang menentukan wilayah perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan Landas Kontinen Indonesia. Sederhananya, Pulau Sekatung penting karena membentuk batas wilayah kedaulatan Indonesia.Meski bernilai sangat strategis, Pulau Sekatung baru berpenghuni pada 2007.

Saat itu, Pemerintah Kabupaten medirikan lima rumah untuk ditempati lima keluarga. Tak lama kemudian ditempatkan satu peleton pasukan TNI Angkatan Darat di pulau itu. Mereka memiliki pos penjagaan di area puncak bukit Pulau Sekatung. Pos ini menghadap ke Pulau Laut, bukan ke arah perbatasan dengan negara asing.

Dengan dikelilingi air laut yang masih bening, Pulau Sekatung sangat indah. Udaranya pun segar dan bebas polusi. Terumbu Karang Pulau Sekatung dikelilingi gugusan terumbu karang yang cukup lebar. Jarak antara batas daratan dengan bibir karang di bagian tenggara pulau tersebut mencapai 2 km. Pada saat surut terendah, sebagian areal perairan dangkal tersebut akan kering, kecuali bagian cekungan yang merupakan alur keluar masuk perahu atau kapal nelayan.

Pada saat pasang dan digenangi air, ditemukan beberapa biota diantaranya penyu sisik, beberapa gerombolan ikan hias dan anakan ikan baronang. Terumbu karang ditemukan pada kedalaman 3-5 meter dengan persentase penutupan terumbu karang sekitar 9%. Genus-genus karang yang ditemukan di Pulau Sekatung adalah Porites, Acropora, Favites, Goniopora, Fungia, Pocillopora, Favia, Lobophyllia, Stylophora, Astreopora, Montipora dan Galaxea.

Jenis pantai di Pulau Sekatung yaitu pantai bertebing curam dan vegetasi yang dominan terdapat di pulau ini adalah semak belukar berupa pohon hutan dengan kerapatan 5 s/d 10 individu/100m2 yang tumbuh. Sayangnya, pulau ini memiliki fasilitas yang minim sehingga tak nyaman dihuni. Kondisi Pulau Sekatung juga tidak memiliki sumber air bersih. Situasi ini membuat makin sedikit warga yang benar-benar tinggal di Pulau Sekatung.

Wonderful Natuna - Sekatung berada di bagian utara Kepulauan Natuna dan termasuk dalam gugusan Pulau Natuna selain Pulau Sedanau, Bunguran dan Midai. Pulau Sekatung berada di sebelah utara Pulau Laut dan dipisahkan oleh Selat Setakong dengan lebar sekitar 40 meter. Pulau Sekatung termasuk dalam 12 pulau terluar yang memerlukan penanganan khusus.

Demografi dan Sosial Budaya

Aksesibilitas menuju Pulau Sekatung tidak mudah, hal ini disebabkan pulau ini terpisah jauh dari pulau-pulau lain yang ada di gugusan Kepulauan Natuna. Untuk menuju ke pulau ini dapat dilakukan dengan 2 cara. Cara pertama adalah jalur dari Ranai (ibukota Kabupaten Natuna) ke Sedanau (ibukota Kecamatan Bunguran Barat) menggunakan Kapal (speedboat) penyeberangan dari Pelabuhan Binjai. Dari Ranai ke Binjai menggunakan angkutan umum darat yang memakan waktu kurang lebih 30 menit. Dari Binjai ke Sedanau perjalanan dengan speedboat membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit untuk menyeberang.

Di Sedanau banyak terdapat perahu motor (pompong) berkapasitas 12 s/d 20 orang yang dapat disewa untuk menyeberang ke Pulau Sekatung. Selain itu dapat juga menumpang kapal pompong masyarakat yang akan menyeberang ke Pulau Laut. Penyeberangan menuju Pulau Sekatung sejauh kurang lebih 65 mil 6 ? 10 jam.?memakan waktu Cara kedua yaitu perjalanan dari Ranai langsung menuju ke Pulau Sekatung menggunakan speet boot.

Kondisi Fisil dan Iklim

Pulau Sekatung memiliki iklim tropis basah dengan suhu udara berkisar 23o?32o C. Iklim di pulau ini dipengaruhi oleh perubahan arah angin, yaitu Angin Muson Timur (bulan Mei-September) dan Angin Muson Barat (bulan Nopember-Maret). Sedangkan bulan April dan Oktober merupakan masa transisi antara kedua angin tersebut. Musim kemarau biasanya terjadi pada bulan Maret hingga Mei, ketika angin bertiup dari arah utara. Sedangkan musim hujan terjadi pada bulan September hingga Februari, saat angin bertiup dari arah timur dan selatan. Curah hujan rata-rata per tahun berkisar antara 2000 mm dengan kelembaban udara sekitar 85%.

Infrastruktur

Berdasarkan kondisi fisik, Pulau Sekatung berbentuk bukit kecil dengan ketinggian sekitar 5-6 meter di atas permukaan laut. Lereng sebelah utara agak curam dan di sebelah selatan topografinya bergelombang. Batuan tersusun dari endapan permukaan dan batuan sedimen. Secara umum struktur geologi Pulau Sekatung terdiri dari Formasi Aluvial (QA), Formasi Batuan Mafik dan Ultramafik (Jmu). Pantai di pulau ini berbatu dengan patahan karang di sekitar pulau.

Kedalaman perairan sekeliling pulau dengan tipe pantai demikian adalah 0-5 meter dan kedalaman pada jarak yang lebih jauh dari pulau sekitar 10-15 meter. Kondisi permukaan perairan di Pulau Sekatung cukup tenang, namun tidak demikian apabila terjadi musim utara. Kecerahan (visibility) perairannya cukup jernih yaitu 8-10 meter. Tipe substratnya berbatu dan berupa patahan karang. Nilai rata-rata kondisi perairan Pulau Sekatung untuk C, pH 7-8, salinitas 31 ?, DO? masing-masing parameter adalah suhu 30,3 10,40 mg/l, BOD 4,00 mg/l.

Kekayaan Alam

Potensi yang selalu ada di Pulau ini adalah telur penyu.Terumbu Karang Pulau Sekatung dikelilingi gugusan terumbu karang yang cukup lebar. Jarak antara batas daratan dengan tubir karang di bagian tenggara pulau tersebut mencapai 2 km. Pada saat surut terendah, sebagian areal perairan dangkal tersebut akan kering, kecuali bagian cekungan yang merupakan alur keluar masuk perahu atau kapal nelayan. Pada saat pasang dan digenangi air, ditemukan beberapa biota diantaranya penyu sisik, beberapa gerombolan ikan hias dan anakan ikan baronang.

Terumbu karang ditemukan pada kedalaman 3-5 meter dengan persentase penutupan terumbu karang sekitar 9%. Genus-genus karang yang ditemukan di Pulau Sekatung adalah Porites, Acropora, Favites, Goniopora, Fungia, Pocillopora, Favia, Lobophyllia, Stylophora, Astreopora, Montipora dan Galaxea.

Vegetasi Pantai 

Jenis pantai di Pulau Sekatung yaitu pantai bertebing curam dan vegetasi yang dominan terdapat di pulau ini adalah semak belukar berupa pohon hutan dengan kerapatan 5 s/d 10 individu/100m2 yang tumbuh.

Wonderful Natuna - Sekatung Island is the outermost islands and it located in the north part of the province of Riau Islands, precisely located in the South China Sea and bordered by the country of Vietnam, Thailand and Malaysia. Sekatung Island is a territory of the Natuna regency, Riau Islands province.

Sekatung island is covering about 1.65 square kilometers. From Sekatung island, we get closer to Ho Chi Minh City (Vietnam) than to Jakarta which is about more than 1,000 kilometers. The residents are consist of five group families which was populated since 2007, 2 security of navigation personnels division and 1 Company Task Force Marines. The island is also part of the 12 small islands, which are administratively entered into the District of Sea Island, Natuna regency, Riau Islands Province.

Surrounded by the sea which is clean and clear, Sekatung island is very beautiful destination to be visited. The air is fresh and pollution free. Sekatung island is also surrounded by wide coral reefs and the distance between the mainland border with coral lips in the southeastern part of the island is up to 2 km.
Wonderful Natuna - Pulau Sekatung adalah pulau terluar dan terletak di bagian utara provinsi Kepulauan Riau, tepatnya berada di Laut Cina Selatan dan berbatasan dengan tiga negara negara: Vietnam, Thailand dan Malaysia. Pulau Sekatung adalah wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau Indonesia.

Pulau Sekatung luasnya mencakup sekitar 1,65 kilometer persegi. Dari pulau Sekatung, kita lebih dekat ke Kota Ho Chi Minh (Vietnam) daripada ke Jakarta, yaitu sekitar lebih dari 1.000 kilometer. Para warga terdiri dari lima keluarga kelompok yang menghuni pulau ini sejak tahun 2007, 2 keamanan divisi personel navigasi dan 1 Perusahaan Task Force Marinir. Pulau ini juga merupakan bagian dari 12 pulau-pulau kecil, yang secara administratif masuk ke dalam Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau Indonesia.

Dikelilingi oleh laut yang bersih dan jelas, pulau Sekatung adalah tujuan yang sangat indah untuk dikunjungi. Udara segar dan bebas polusi. Pulau Sekatung juga dikelilingi oleh terumbu karang yang luas dan jarak antara perbatasan daratan dengan bibir karang di bagian tenggara pulau ini hingga 2 km.